TIMOR

Polres Malaka Diminta Siapkan Pelayanan SIM bagi Masyarakat

BETUN, Kilastimor.com-Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dikeluhkan warga Malaka. Pasalnya, pelayanan SIM di Polres Malaka masih terkendala, dan harus dilakukan di Polres Belu.

Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Malaka yang juga mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka, Zainal Mutakim usai melakukan pembayaran pajak kendaraanya di Kantor Sementara, Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Laran Desa Wehali kecamatan Malaka tengah kabupaten Malaka Propinsi NTT, Rabu (15/6/2022) pagi, berharap jajaran Satlantas Polres Malaka ataupun Polda Polda NTT untuk turun langsung ke masyarakat lakukan pelayanan pembuatan SIM massal di Kabupaten Malaka, agar masyarakat tidak dihantui rasa takut kalau menggunakan kendaraanya untuk melakukan aktivitas rutin apalagi saat ini sedang ada Operasi Turangga 2022.

Selain itu Mantan Ketua MUI juga memberikan apresiasi kepada pihak Unit pelayanan Teknis (UPT) Pendaparan Daerah (Penda) NTT Wilayah Malaka dan jajaran Polres Malaka juga pemerintah daerah yang terus gencar melakukan imbauan dan sosialisasi terkait pajak juga tentang keselamatan berlalulintas serta Kamtibmas, yang sudah terbukti membuahkan hasil, dimana masyarakat kabupaten Malaka sadar akan pentingnya hal ini.

Salah satu pelanggar Lalin yang tak mau disebutkan namanya yang terjaring saat operasi karena Surat Izin Mengemudi (SIM) telah habis masa berlaku, dan lupa mengenakan helm mengeluhkan bahwa untuk proses pengurusan SIM, harus ke Polres Belu di Atambua. Hal ini tentunya membutuhkan waktu, tenaga dan tambahan biaya karena jarak dari dan ke Atambua cukup jauh.

Baca Juga :   Banjir di Malaka, Enam Orang Tewas dan Ribuan Hektare Komoditi Pertanian Hancur

“Apalagi kondisi jalan yang rusak parah. Di Malaka sudah memiliki Polres sendiri, harusnya sudah bisa urus SIM disini,” ungkapnya.

Diharapkan Kapolres Malaka dan para pihak yang berkompeten untuk memperjuangkan hal ini, sehingga pengurusan SIM sudah bisa di Kabupaten Malaka, dalam rangka pendekatan pelayanan.

“Jadi, jujur bahwa kami ini kalau mau pake motor turun ke Kota pastinya ketakutan di sweeping, sebab kami masyarakat ada yang tidak punya SIM, atau SIM-nya mati. Maka tolong kami agar ada pembuatan SIM langsung ke masyarakat di sini,” pinta warga Desa Biudukfoho ini.

Ia juga mengaku bahwa dirinya salah, karena lupa mengenakan helm dan berjanji bakal terus gunakan helm saat berkendara. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top