EKONOMI

KPP Pratama Kupang Sosialisasikan NIK jadi NPWP

Kedua, Kenaikan pembayaran PPh Pasal 29 oleh Wajib Pajak (WP) pada saat melakukan pelaporan SPT Tahunan Tahun Pajak 2021,

Ketiga, Setoran Program Pengungkapan Sukarela (PPS)yang berakhir di Juni 2022,

Keempat, Kenaikan pendapatan PPN dari realisasi penyerapan DIPA APBN/APBD khususnya belanja barang dan modal yang terdapat potensi Pajak Pertambahan Nilai (PPN),

Kelima, penyesuaian Tarif PPN menjadi 11% berdasarkan UU HPP, keenam Pajak Bumi Bangunan (PBB) mengalami pertumbuhan positif karena ada peningkatan pembayaran ketetapan PBB di Kabupaten Manggarai,

Keenam, pajak Lainnya mengalami pertumbuhan positif karena kenaikan denda penagihan, dan kedelapan Penegakan hukum yang berkeadilan dengan mengedepankan prinsip Ultimum Remedium (Hukum Pidana)

Hendaklah dijadikan sebagai upaya terakhir dalam rangkaian penegakan hukum), yaitu aktif melakukan Edukasi, Penyuluhan, himbauan dan Konseling terkait hak dan kewajiban perpajakan serta untuk meningkatkan kepatuhan sukarela pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak.

“Untuk Kinerja Kepatuhan SPT Tahunan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2022, wajib pajak dengan target 189.967, realisasi SPT 198.679, atau persentase capaian SPT tahun 2022 di angka 104,59% sesuai update data 2 Januari 2023, jam 08.WITA,” tandasnya.

Sementara, Jupiter Heidelberg Siburian, Penyuluh Pajak Ahli Pertama dari KPP Pratama Kupang dalam pemaparannya mengatakan, pemadanan NIK dan NPWP perlu segera dilakukan di 2023, karena di tahun 2024 nanti nomor NPWP tidak lagi berlaku dan semua gunakan NIK (nomor KTP) bagi wajib pajak Pribadi.

Baca Juga :   Simpanan Saham Kopdit Pintu Air Capai Rp 5.583.438.000.

Sedangkan bagi wajib pajak Badan (usaha) masih tetap gunakan NPWP dengan penambahan nol didepan NPWP yang lama sehingga menjadi 16 digit angka untuk login ke DJP Online. Adapun langkah pemadanan NIK dan KTP sangat mudah.

Ia juga mengungkapkan untuk Wajib pajak dengan omset 500 juta ke bawah masih gratis PPh atau omzet UMKM yang belum melebihi Rp 500 juta tidak dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018.

Sedangkan omset usaha 500 juta sampai 4,8 Milyar maka pajak 0,5%. Misalnya, dalam peraturan yang lama sebuah perusahaan memiliki omzet Rp1,2 miliar per tahun akan langsung dikenakan tarif pajak 0,5% yang dimana perusahaan wajib membayar sekitar Rp 6 juta.

Namun dalam peraturan Pajak yang baru yakni omzet UMKM sampai Rp 500juta dikenakan tarif 0%. Sehingga dapat dikatakan Rp 1,2 miliar tadi dikurangi dengan Rp 500 juta yakni Rp 700 juta saja yang dikenakan tarif pajak 0,5%. Dari perhitungan itu perusahaan hanya membayar sekitar Rp 3,5 juta.

Kebijakan Pajak dalam Hal ini turut membantu UMKM untuk tumbuh dan berkembang.

“Langkah Pengamanan Penerimaan dengan Kebijakan dan Strategi Pengamanan Penerimaan Pajak Nasional Tahun 2023 memiliki dua program yaitu Program Prioritas Penerimaan PPM dan Program Prioritas Penerimaan PKM.

Untuk Program Prioritas Penerimaan dari Pengawasan Pembayaran Masa (PPM), mencakup Pengawasan pembayaran, penyetoran, dan pelaporan perpajakan, kemudian Pengawasan pemberian fasilitas perpajakan, Pengawasan kegiatan ekstensifikasi perpajakan, serta Penelitian dan tindak lanjut data perpajakan tahun berjalan,” jelasnya.

Baca Juga :   CU Kasih Sejahtera Atambua Gelar RAT Kamis Mendatang

Sementara untuk Program Prioritas Penerimaan dari Pengawasan Pengujian Kepatuhan (PKM) mencakup diantaranya Fokus Kegiatan Pengawasan, Fokus Kegiatan Penilaian, Fokus Kegiatan Pemeriksaan dan Penagihan, Fokus Kegiatan Penegakan Hukum, kemudian Penyusunan Daftar Sasaran Prioritas Pengamanan Penerimaan Pajak (DSP4), serta Optimalisasi pelaksanaan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Acara media gathering ini diakhiri dengan penyerahan apresiasi dan awards dari KPP Pratama Kupang kepada insan pers yang telah membantu sosialisasi dan memberitakan informasi kepada masyarakat NTT selama tahun 2022, kemudian foto bersama dilanjutkan makan malam dan ramah tama. (rino mesak)

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top