HUKUM & KRIMINAL

Bea Cukai Atambua Diduga Loloskan 6,8 Ton Pupuk Bersubsidi ke Timor Leste. Ini Tanggapan Kepala Bea Cukai

ATAMBUA, Kilastimor.com-Upaya penyelundupan pupuk subsidi dibongkar pihak Kepolisian Resor Belu.
Pengamanan pupuk bersubsidi itu dipantau langsung pihak Satintelkam dan Brimob Belu, Kamis (15/6/2023) di PLBN Batugade Timor Leste, Distrik Bobonaro.

Sesuai informasi yang dihimpun, penyelundupan itu dibongkar pihak kepolisian setelah melakukan Koordinasi dan Pulbaket dengan Karantina Pertanian Timor Leste di PLBN Batugade, Timor Leste.
Adalah Kordinator Karantina PLBN Batugade, Timor Leste, Jose Manuel Dacosta yang memberikan informasi kepada Personil Sat Intelkam Dan Intelmob.
Penyelundupan pupuk bersubsidi itu menggunakan lima unit mobil pikap dan telah diamankan. Adapun identitas pemilik yakni, Catarina Dos Santos, Haliwen, Kel Manumutin, Kecamatan Kota Atambua dan Celestina Monteiro Deus, warga Haliwen, Belu, NTT, Indonesia.

Sementara lima pengemudi masing-masing, Jefri Martins Tadoe, pengemudi mobil DH 8703 EG. Ruben Paulinus Soares. Pengemudi mobil DH 8606 EE. Wilherme Gonsalves, pemgemudi mobil DH 8795 EG, Aderito Goncalves, pengemudi mobil
DH 8814 EG dan Leonel Dasilva Borges pengemudi mobil DH 8845 EG.

Jenis pupuk bersubsidi dan non subsidi yang diselundupkan yakni pupuk urea 75 Karung (berubsidi) dan pupuk Sp26 61 karung (non subsidi).

Dari informasi dari Koordinator karantina Pertanian Timor Leste 5 Unit mobil yang memuat pupuk tersebut masuk melalui pemeriksaan Bea Cukai Indonesia di PLBN Motaain ke PLBN Batugade Timor Leste, Rabu (14/6/2023). Kemudian lima mobil itu diparkirkan di PLBN Batugade, Timor Leste dan baru dilakukan pemeriksaan dokumen pada Kamis (15/6/2023).

Baca Juga :   Bangga...Tarian Likurai Akhirnya Menggema di Istana Negara

Saat diperiksa Petugas Karantina Pertanian PLBN Batugade, Timor Leste dokumen yang di tunjukan dari Pemilik Pupuk kepada Petugas hanya Dokumen PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) dari Bea Cukai Indonesia yang berisi muatan jagung giling, garam dan roti. Sedangkan pupuk tidak masuk dalam dokumen PEB dari Indonesia dan tetapi hanya ditunjuk nota pembelian pupuk oleh pemilik.

Atas penyelundupan itu, petugas Karantina Pertania Timor Leste melakukan pemeriksaan dengan cara membongkar isi muatan ke lima mobil tersebut dan didapati muatan pupuk dengan jenis dan jumlah tersebut.

“Dari Pemeriksaan oleh Petugas Karantina Pertanian Timor Leste bahwa Posisi Pupuk berada di bagian paling bawah sedangkan di atas pupuk di taruh muatan jagung giling, garam dan roti serta sebagian pupuk ada yang di bungkus menggunakan karung lain untuk menutupi label pupuk dan sebagian di biarkan tidak dibungkus dengan menggunakan karung baru,” bilang petugas Karantina Timor Leste sebagaimana dikutip dari informasi yang beredar.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top