HUKUM & KRIMINAL

Keluarga Korban Kecewa atas Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak oleh Polres Belu

Alexander Fredrick Loe

ATAMBUA, Kilastimor.com-Keluarga korban pengeroyokan anak dibawah umur, pertanyakan kinerja Kepolisian Resor (Polres) Belu. Pasalnya, hingga kini para terlapor yang diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan pada Senin (1/1/2024) dini hari, di Halaman Kantor Pegadaian Mohammad Yamin, Depan Agen Bus Sinar Gemilang, Atambua, belum juga ditangkap dan diproses hukum sebagaimana mestinya.

Korban pengeroyokan dan kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh sejumlah pemuda setempat yakni Endrico Loe Mau (17).

Ayah korban, Alexander Fredrick Loe dalam keterangan persnya, Rabu (3/2/2024) mengatakan, peristiwa pengeroyokan dan kekerasan terhadap anaknya yang masih dibawah umur terjadi pada Senin 1 Januari sekira pukul 4:00 Wita.

Dikemukakan, sesuai pengakuan anaknya, secara tiba-tiba sejumlah oknum pemuda yang diduga keluar dari rumah tua keluarga Maak, lalu melakukan penyerangan. Disaat bersamaan, sejumlah teman korban berhasil melarikan diri. Namun korban yang tengah sibuk dengan hand phone dan memutar musik menjadi bulan-bulanan belasan oknum pemuda.

Korban jelasnya, mengangkat tangan dan mengatakan dirinya tidak melakukan pelemparan rumah, karena sibuk memutar musik di HP temannya. Walau demikian, para oknum pemuda yang diketahui identitasnya dan menjadi terlapor, tidak menggubrisnya. Korban dipukul hingga menerima enam jahitan di kepala, lebam dibagian punggung dan luka di kaki. “Saksi-saksi utama ada dan tahu nama para pelaku,” bilangnya.

Masih menurutnya, sekira pukul 6:00 Wita pagi, ia menerima telepon kalau korban sudah dibawa ke RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, untuk mendapat perawatan. Dirinya bersama keluarga kemudian mendatangi rumah sakit dan benar saja, anaknya lumayan parah karena dikeroyok.

Baca Juga :   Forkocam Malaka Tengah Gelar Rapat Bahas Keamanan Wilayah

Setelah mendapat perawatan kata Alex Loe sapaan karibnya, korban kemudian langsung divisum et repertum oleh dokter rumah sakit tersebut. “Kepala korban luka karena terkena benda tumpul. Demikian juga bahunya yang memar dan dislokasi,” urainya, sembari menambahkan, korban kemudian dipulangkan dan menjalani rawat jalan.

Sekira pukul 11:00 Wita terangnya, ia ke SPKT Polres Belu dan melaporkan peristiwa tersebut untuk diproses para pelakunya. Sayangnya, laporan polisi yang dibuat, tidak diberikan pihak penyidik kepada dirinya sebagai pelapor.

Alex Loe melanjutkan, pihaknya kecewa dengan Polres Belu yang hingga kini belum juga mengamankan dan menangkap para terduga pengeroyokan dan kekerasan terhadap anak. “Kami kecewa dengan proses hukum atas peristiwa pengeroyokan yang menimpa anak kami,” tandasnya.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top