TIMOR

Tanggapi Surat Terbuka Soal Pelayanan Air Bersi di Wedomu, Ini Penjelasan Direktur PDAM Belu

Frido Siribein

Kendati menghentikan pelayanan air minum yang bersumber dari Wehas, pihaknya tetap melayani air minum di pusat pelayanan pemerintah dan kesehatan, seperti kantor camat, puskesmas dan SD di Wedomu, dengan mengambil air dari pipa air Lahurus dan Molosoan.

Menyoal apakah ada solusi lain untuk melanjutkan pelayanan air minum bagi warga Wedomu, Frido Siribein mengemukakan, sebagai operator siap untuk mengaktifkan pelayanan air minum di kawasan tersebut. Hanya saja, perlu ada pertemuan lagi untuk menyepakati soal tagihan kepada pelanggan. “Kita jelas bisa jalankan lagi. Yang penting warga sepakat untuk membayar tagihan air. Dan bila dioperasikan lagi, kami akan menggunakan pompa air menggunakan listrik, sehingga meminimalisir biaya operasional,” timpalnya.

Kabag Teknis PDAM Belu, Kornelis Nai Kau menambahkan, untuk pelayanan di Pasar Sabete dan SMA belum terlaksana karena belum adanya jaringan pipa. “Untuk SMA dan Pasar Sabete saat diserahterima, tidak ada jaringan pipa yang dibangun regulator. Tapi kalau puskesmas dan kantor camat kita layani hingga sekerang,” paparnya.

Sebelumnya, Roy Marthen Bele Bau dalam surat terbuka kepada Dikretur PDAM Belu tertanggal 30 Mei 2024 menyebutkan,
Sehubungan dengan mulai memasuki musim panas, dengan berkurangnya debet air di sumur2 warga seputaran wedomu, karena itu sy selaku warga masyarakat wedomu memohon kepada bpk Direktur PDAM belu sekiranya dpt mengaktifkan sumber air wehas yg sudah terinstalasi ke rumah2 masyarakat agar dpt membantu pemenuhan air bersih bagi masyarakat wedomu.

Baca Juga :   Masyarakat Malaka Diminta Taat Membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Sejak pengolahannya diserahkan dari desa ke PDAM air hmya mengalir saat pengetesan saja selama kurang lebih 2 minggu tetapi tdk full.
Untuk itu kami masyarakat meminta jika pihak PDAM Belu tdk mampu karena ada hambatan2 di lapangan, sekiranya dapat menyampaikan lagi ke pihak pemerintah desa Manleten agar mencarikan solusinya.
Jika pihak PDAM Belu tdk mampu mengolah sumber air dan jaringan perpipaan yg sdh terpasang ke rumah warga sekiranya di kembalikan ke pemerintah desa dengan segala fasiltas penunjang yg di serahkan oleh pemerintah desa.

Dan jika debet air yg tersedia pada sumber air wehas, tdk mampu menjangkau /melyani semua masyarakat yg terpasang meteran air, sebaiknya diberikan saja pada fasilitas2 pemerintah seperti:
1. sekolah SD, SMP, SMA di wedomu
2. puskesmas wedomu
3. pasar sabete wedomu.

Demikian yang bisa saya sampaikan melalui media ini, jika ada yang salah mohon dimaafkan. (ferdy talok)

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top