Anggota DPRD Belu, Tony Luan ketika berdialog dengan warga Tenukiik, disela-sela reses, Sabtu (14/3/2025).
ATAMBUA, Kilastimor.com-Antonius Ugahari Luan, anggota DPRD Belu, kembali menyerap aspirasi melalui reses yang ia gelar, Sabtu (14/3/2026) di Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua.
Reses yang dihadiri ratusan warga berjalan dalam suasana kekeluargaan dan banyak aspirasi yang disampaikan warga kepada wakil rakyat ini. Tentunya apa yang menjadi harapan masyarakat diteruskan ke pemerintah sebagai eksekutor.
Sebagaimana rilis yang diterima media ini, Tony Luan mengemukakan, reses pertama tahun 2026 telah ia dijalankan dan warga begitu antusias mengikutinya. Dialog bersama dilakukan untuk menjaring aspirasi, terutama keluhan yang perlu didengar.
Dalam sesi dialog lanjutnya, sejumlah aspirasi yang menjadi catatan penting, akan diperjuangkan kepada Pemda Belu untuk dieksekusi.
Adapun sejumlah aspirasi itu antara lain, pertama, warga Kelurahan Tenukiik mendesak agar segera diadakan tong sampah atau Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Pasalnya, hingga kini belum ada TPS yang menjadi tempat pembuangan sampah dari setiap rumah tangga.
Disamping itu, perlu diaktifkan layanan petugas pengangkut sampah terkait sampah rumah tangga. “Di Kelurahan Tenukiik belum ada TPS atau tong sampah. Petugas pengangkut sampah juga belum ada. Padahal kelurahan ini sangat padat penduduk. Ini perlu diadakan,” ujar Ketua DPC PKB Belu itu.
Dilanjutkan, selain persoalan sampah yang belum terurai, warga RT 5 dan 6 menghendaki adanya pembangunan drainase, mengingat pada musim hujan terjadi genangan air. “Warga mengeluh adanya genangan air akibat ketiadaaan drainase,” paparnya.
Masih menurutnya, ditemukan juga adanya warga yang tidak terdata sebagai penerima bantuan sosial. Padahal mereka merupakan keluarga yang patut dibantu pemerintah.
“Ada warga RT 5, 6 dan 7 yang patut dan membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah. Tetapi hingga kini tidak ada karena tidak terdata. Karena itu, diusulkan untuk dilakukan pendataan ulang oleh Badan Pusat Statistik maupun Dinas Sosial Kabupaten Belu,” pungkasnya. (*)







