Selain Dengar Aspirasi, Wakil Rakyat Dapil Belu 3 Ini Juga Gotong Royong Rabat Jalan di Batas Dua Desa

Anggota DPRD Belu, Engel Talok bersama masyarakat dan kepolisian gotong royong rabat jalan di batas Desa Tohe Leten dan Raifatus.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Anggota DPRD Belu, Yonas Engelbert Talok tak menyia-nyiakan waktu reses. Selain mendengar aspirasi berbagai kalangan, wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa yang tergabung dalam Fraksi PDI Perjuangan itu melakukan aksi nyata memperbaiki jalan.

Dalam rilisnya Engel Talok sapaan karibnya menyebutkan, pada reses hari kedua, Jumat (13/3/2026), ia menggelar reses di batas dua desa yakni Desa Tohe Leten dan Raifatus, Kecamatan Raihat.

Kegiatan reses kali ini lanjutnya, ia bersama masyarakat dan dihadiri Camat Raihat, Romo Yanto dari Paroki St. Aloysius Gonzaga dan Bhabinkamtibmas dua desa itu, melaksanakan kegiatan gotong royong dan secara swadaya memperbaiki jalan lintas Tohe Leten-Aitoun. “Kami bangun rabat jalan sekira 50 meter. Pekerjaaan perbaikan jalan Rabat beton ini murni swadaya dari masyarakat dalam rangka memperbaiki jalan yang rusak dan sering membuat warga sekitar celaka,” beber Ketua Bapemperda DPRD Belu itu.

Usai bergotongroyong, ia meluangkan waktu untuk berdialog. Dalam dialog itu sejumlah masyarakat menyampaikan keluahan soal jalan yang tak kunjung dikerjakan Pemda Belu. “Kami masyarakat Desa Tohe Leten dan Raifatus juga Aitoun merasa bahwa kami sangat dianak tirikan dalam wilayah Kabupaten Belu ini. Karena selama masa jabatan Bupati berganti sudah sekira 15 tahun, jalan kami dari Tohe Leten menuju Aitoun tidak pernah diperbaiki,” ucap salah satu tokoh pendidikan di Raihat Yustinus Loe Loko.

Oleh karena itu, pensiunan guru tersebut meminta Pemda Belu dapat memperhatikan secara serius dan memperbaiki ruas jalan dimaksud, karena menghubungkan tiga desa di Kecamatan Raihat.

Pada kesempatan itu, Adrianus Asa salah satu tokoh masyarakat Raifatus meminta Pemda Belu menyiapkan Sarana Penyediaan Air minum (SPAM) dalam bentuk sumur bor bagi Desa Tohe Leten dan Raifatus.

“Kami sangat membutuhkan pemenuhan air bersih bagi dua desa ini karena selama musim kemarau kami biasa membeli air 1 tangki sebesar Rp. 150.000 danĀ  digunakan paling lambat satu bulan. Oleh karena itu kami minta keseriusan Pemda Belu memperhatikan usulan kami,” tegasnya dihadapan Sekretaris DPC PKB Belu itu.

Dalam kegiatan Musrembangcam sambung Adrianus, pihaknya selalu mengusulkan soal SPAM, tapi sampai saat ini tidak pernah terealisasi. “Kami masyarakat sangat susah. Pemerintah harus turun tangan atasi persoalan air bersih,” tutupnya. (*)

Editor: Ferdy Talok