ATAMBUA, Kilastimor.com-Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tabean, Desa Persiapan Manuaman Fatukbot, Kecamatan Tasifeto Barat sesuai rencana akan diserahkan Pemerintah Kabupaten Belu kepada masyarakat desa tersebut.
Hal ini meningkatkan kemandirian warga dalam merawat infrastruktur dasar dan menjaga keberlanjutan sumber mata air di wilayah tersebut.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, saat melakukan kunjungan kerja di Dusun Tabean B, Desa Persiapan Manuaman Fatukbot, Jumat (9/10/2026).
Vicente sapaan karib Wabup Belu itu menjelaskan, sebelum pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu akan memberikan pendampingan terlebih dahulu. Pendampingan ini meliputi bimbingan teknis serta manajemen keuangan agar pengurus SPAM desa dapat bekerja secara profesional dan akuntabel.
”Fasilitas ini nantinya diserahkan dan dikelola langsung oleh masyarakat. Saya sudah meminta Dinas PUPR untuk melakukan pendampingan terlebih dahulu agar pengelolaan berjalan baik. Setelah mandiri, barulah dilepas pengelolaannya,” ujar Vicente.
Ia menambahkan, pengelolaan berbasis komunitas akan mempermudah distribusi air bersih di wilayah pelosok yang sulit dijangkau jaringan pipa utama. Melalui model ini, warga dapat menyepakati biaya iuran pemakaian air secara transparan untuk kebutuhan operasional maupun perbaikan skala kecil.
Kendati demikian, ia menegaskan Pemkab Belu tidak lepas tangan begitu saja. Pemerintah siap turun tangan memberikan stimulus hibah barang, perbaikan pipa jika terjadi kerusakan skala besar, atau bantuan teknis lainnya. Pemkab Belu juga mendorong pemerintah desa untuk mengambil alih perbaikan tingkat menengah sebelum dilimpahkan ke tingkat kabupaten.
Di samping masalah teknis SPAM, Vicente turut mengimbau warga agar aktif melakukan penghijauan di sekitar kawasan demi menjaga debit dan kelestarian sumber mata air.
Kedatangan rombongan pejabat daerah disambut hangat oleh warga. Perwakilan warga setempat, Kornelis Miran dan Yohanes Tae, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah yang hadir langsung menyerap aspirasi mereka.
”Satu kesempatan yang luar biasa bagi kami, karena baru kali ini ada kunjungan dari Bapa Wakil Bupati dan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT. Apa yang sudah pemerintah buat untuk kita harus kita jaga, karena ini untuk kita dan anak-cucu kita,” ungkap Yohanes Tae.
Dalam sesi tatap muka, warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan jalan penghubung guna mengangkut hasil pertanian, bantuan bibit dan pupuk, hingga pengalokasian anggaran perawatan sarana air bersih.
Selain fasilitas umum, warga juga menyampaikan aspirasi terkait keagamaan dan kebudayaan. Markus Bau, salah seorang warga, memohon bantuan kelanjutan pembangunan kapela lokal yang saat ini baru menyelesaikan tahap fondasi, sehingga warga terpaksa beribadah di gedung sekolah.
Sementara itu, Nikodemus Luan menyuarakan perlunya perhatian pemerintah terhadap kelestarian budaya lokal, khususnya bagi kelompok kesenian daerah Tebe dan Likurai.
Aspirasi warga langsung mendapat respons positif dari jajaran pejabat yang hadir. Menanggapi permohonan pembangunan tempat ibadah, Ketua Kadin Kabupaten Belu, Baldin Tanur, menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan secara pribadi. Ia juga berjanji akan menggalang koordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu penyelesaian kapela tersebut dan meminta nomor rekening panitia pembangunan.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTT, Fernando Jose Lemos Osorio Soares, berkomitmen menindaklanjuti keluhan terkait akses jalan dengan memperjuangkan alokasi anggarannya pada tahun depan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat.
Sebagai Ketua Himpunan Tani Indonesia (HTI) NTT, Fernando juga berjanji akan menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian berupa bibit dan pupuk setelah proses pendataan warga selesai.
Terkait pelestarian budaya, Fernando menegaskan pentingnya menjaga identitas daerah. Ia memberikan bantuan stimulan sebesar Rp10 juta secara langsung untuk mengaktifkan kembali sanggar tari dan tebe di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kunjungan kerja ini perwakilan Dinas PUPR Belu, Camat Tasifeto Barat, serta Penjabat Kepala Desa Tukuneno dan Desa Persiapan Manuaman Fatukbot. (*)







