Pengurus DPC Partai Gema Bangsa Belu Daftarkan Diri di Kesbangpol dan KPU

ATAMBUA, Kilastimor.com-Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa) mulai mengepakkan sayapnya di Kabupaten Belu, NTT. Hal ini ditandai dengan pendaftaran dan penyerahan dokumen kepartaian kepada Badan Kesbangpol dan KPU Belu, Jumat (21/11/2025) oleh Ketua DPC, Pius Maxi Mura, Sekretaris, Jonas Dos Santos Mali dan Bendahara, Jeni Pareira.

Dokumen kepartaian yang diserahkan ke KPU dan Kesbangpol antara lain SK ketua dan sekretaris, AD/ART dan NPWP Partai.

Pendaftaran dan penyerahan dokumen Partai Gema Bangsa di Badan Kesbangpol diterima langsung Kepala Badan Kesbangpol, Apolonaris M. Susar dan staf, sementara di KPU Belu diterima komisoner KPU, Yoni A. Neolaka dan jajarannya.

Ketua DPC Partai Gema Bangsa, Pius Maxi Mura dan Sekretaris, Jonas Dos Santos Mali dan Bendahara, Jeni Pareira dalam keterangan persnya mengemukakan, pihaknya telah resmi mendaftarkan diri di Kesbangpol dan KPU Belu. Dalam pendaftaran itu, pihaknya menyerahkan SK penetapan pihaknya sebagai ketua,  sektetaris dan bendahara Dewan Pimpinan Cabang Belu.

Selanjutnya, pihaknya akan menyusun komposisi kepengurusan ditingkat DPC Belu secara lengkap,  membentuk kepengurusan DPAC di semua kecamatan dan ranting di desa-desa.

Ia menjelaskan, jati diri Partai Gema Bangsa mencakup nilai, tujuan, dan cita-cita sebagai landasan perjuangan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Partai ini memiliki karakter sebagai partai nasional yang modern, terbuka, berwawasan kebangsaan, dan berbasis pada kekuatan rakyat dengan orientasi pada kemandirian bangsa.

Ciri partai ini antara lain, dikelola secara profesional dengan manajemen efektif, transparansi, dan akuntabilitas. memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk komunikasi publik, menjunjung keadilan, kesetaraan, dan demokrasi dalam kepemimpinan serta program partai.

Masih menurutnya, sebagai partai kader, fokus pada rekrutmen selektif, pendidikan politik berkelanjutan, dan pembentukan kader berkualitas. Dan sebagai partai massa, menghimpun anggota tanpa seleksi ketat dengan pembinaan komunitas untuk meningkatkan dukungan suara.

Partai ini kata mantan anggota DPRD Belu itu, menjunjung tinggi keadilan sebagai dasar persatuan bangsa, dengan memperjuangkan program pembangunan yang mempertimbangkan keadilan moral, prosedural, distributif, dan komutatif. Memelihara nilai-nilai luhur budaya bangsa seperti musyawarah, gotong royong, dan toleransi sebagai landasan pengambilan keputusan dan program partai. (*)

Editor: Ferdy Talok