Wabup Belu Panen Jagung dan Kacang Tanah Poktan Kun Bot Indah

Panenan Capai Enam Ton Per Hektare

Wabup Belu, Vicente Hornai Goncalves, Pastor Paroki St. Stella Maris Atapupu, Rm. Gregorius Sainudin Dudy, Pr, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka dan anggota Poktan panen jagung, Rabu (4/3/2026).

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kelompok Tani (Poktan) Kun Bot Indah, di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak yang melakukan panen raya jagung dan kacang tanah, Rabu (4/3/2026) mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Goncalves.

Penghargaan diberikan lantaran dalam panen raya kacang tanah dan jagung milik poktan tersebut tercatat menembus angka enam ton per hektar.


​Wabup Belu dalam sambutannya menyambut baik keberhasilan Poktan Kun Bot Indah. Hasil ini harus menjadi role model atau percontohan bagi petani lain di Kabupaten Belu. Ia menegaskan, kekuatan sebuah negara sangat bergantung pada kemandirian pangannya yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.

​”Kita harus bekerja keras agar ekonomi keluarga hingga kabupaten kuat. Ketahanan pangan yang kokoh dimulai dari tingkat dusun hingga nasional. Tanpa petani, kita tidak ada apa-apanya. Negara kuat karena pangannya kuat,” sebutnya Rabu 4 Maret 2026.

​Ia juga berpesan agar masyarakat tidak memandang sebelah mata profesi petani. Menurutnya, sektor pertanian adalah sektor strategis yang secara langsung menjaga keberlangsungan hidup bangsa.

​Kegiatan panen ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk pembahasan usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa. Vicente mendorong agar pemerintah desa jeli menyampaikan kebutuhan petani melalui forum resmi agar mendapat intervensi anggaran yang tepat.

​”Dinas Pertanian akan terus melakukan intervensi, baik dalam penyediaan sarana maupun prasarana, guna memastikan peningkatan produksi pertanian tetap terjaga,” tambahnya.

​Berdasarkan data lapangan, total lahan yang dikelola Poktan Kun Bot Indah mencapai 5,3 hektar, dengan rincian Kacang Tanah seluas lahan 1,3 hektar dengaj produksi enam ton per hektare. Sementara jagung luas tanam 3,7 hektar  dengan produksi enam ton per hektare.

​Acara ditutup dengan panen kacang tanah juga jagung secara simbolis oleh jajaran Forkopimda bersama para anggota kelompok tani sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang melimpah.

Hadir pada kesempatan itu, Pastor Paroki St. Stella Maris Atapupu, Rm. Gregorius Sainudin Dudy, Pr, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa setempat. (*)

Editor: Ferdy Talok