Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wabup, Vicente Hornai Goncalves menerima kunjungan Komisi V DPRD NTT di ruang kerja bupati, Rabu (25/2/2026).
ATAMBUA, Kilastimor.com-Komisi V DPRD Provinsi NTT melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu, Rabu (25/2/2026). Dalam kunjungan itu, wakil rakyat bertemu Bupati dan Wabup Belu, Kalak BPBD Belu juga meninjau langsung jalan longsor maupun korban banjir di Kecamata Tasifeto Timur.
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V, Agustinus Nahak (Fraksi Golkar, Dapil Belu–Malaka–TTU) bersama anggota Komisi V yakni Agus Bria Seran (Gerindra), Simon Guido Seran (Demokrat), Hiro Banufanu (PDIP), Lili Adoe (PDIP) dan Celine Lana (Hanura) juga Kalak BPBD NTT, Semuel Halundaka mengawali dengan berdiskusi dengan Kalak BPBD Belu, dr. Ansila F. Eka Mutty.
Usai pertemuan, Agustinus Nahak menegaskan pentingnya laporan resmi ke Pemerintah dan DPRD NTT atas setiap kejadian bencana agar pemerintah provinsi bisa bergerak cepat.
“Begitu ada laporan dari kabupaten, kami di Komisi V langsung bergerak. BPBD Provinsi juga cepat turun. Tapi kalau tidak ada laporan resmi, provinsi tidak tahu. Jangan tunggu viral di media baru buat laporan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, fungsi pengawasan DPRD berjalan efektif jika didukung data dan laporan administrasi yang lengkap. Menurutnya, setiap kejadian harus dicatat dalam sistem, termasuk waktu, lokasi, dan persentase dampak kerusakan.
“Kalau ada bukti laporan, provinsi bisa langsung intervensi. Hari ini logistik datang karena ada laporan. Kalau tidak, siapa yang tahu?” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, BPBD Provinsi menyerahkan bantuan terpal untuk warga terdampak longsor dan banjir di Lamaknen Selatan dan Tasifeto Timur
“Bantuan beras sebenarnya sudah dikirim sejak awal Januari dan masih tersedia,” katanya.
Dari hasil pertemuan di BPBD Belu, Komisi V DPRD NTT memberikan empat catatan penting:
1. Segera melaporkan setiap kejadian bencana ke Pemerintah Provinsi NTT. 2. Memperkuat sistem pelaporan dan pendataan berbasis waktu dan dampak. 3. Menyiapkan gudang logistik yang memadai agar bantuan tersimpan aman dan layak distribusi. 4. Memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan respons cepat di lokasi terdampak.
Berdiskus dengan Bupati dan Wabup Belu
Usai meninjau lokasi bencana banjir dan losong di Kecamatan Tasifeto Timur, rombongan DPRD NTT bertemu Bupati dan Wabup Belu.
Bupati Belu, Willybrodus Lay usai diskusi dengan DPRD NTT menyampaikan beberapa yang disampaikan kepada wakil rakyat tersebut.
Diantaranya jalan provinsi yang longsor seperti di Wedomu maupun Teun. Untuk jalan longsor di Wedomu akan segera diperbaiki. Sementara Teun diharapkan segera ditangani pula.
Pihaknya juga membahas soal data kemiskinan di Belu yang perlu mendapat perhatian dan bantuan provinsi, sehingga terus terjadi penurunan angka kemiskinan.
Sementara terkait bencana, Belu harus ada lokasi rawan bencana dan pemerintah belum buat. “Tentunya akan segera kita buat,” tururnya.
Soal banjir Kali Baukama, akan dibangun tanggul darurat dan normalisasi alur kali. Sementara untuk tanggul, pihaknya akan mengajukan usulan ke BNPB untuk dikerjakan. “Untuk jangka pendek kita akan buat tanggung darurat dan normalisasi alur kali, agar banjir tidak meluap ke sawah dan rumah-rumah warga,” pungkasnya. (*)







