Buka Bupati Belu Cup 2026, Willy Lay Bidik Belu jadi Salah Satu Venue Sepak Bola PON

SEREMONI: Tampak seremoni pembukaan Turnamen Sepak Bola Bupati Belu Cup 2026, yang dimeriahkan para dancer.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan serta menyukseskan penyelenggaraan Open Turnamen Sepakbola Bupati Belu Cup 2026, yang dihelat di Stadion Haliwen.

Dalam sambutannya, ia juga melontarkan sejumlah rencana strategis besar, mulai dari melembagakan turnamen ini, hingga menjadikan Kabupaten Belu sebagai salah satu lokasi atau venue pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur.

Bupati Belu, Willy Lay menegaskan, agar semangat olahraga khususnya sepak bola terus terjaga dan berkelanjutan, Dirinya menginstruksikan ketua panitia bersama seluruh Pimpinan Perangkat Daerah untuk mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang mewadahi penyelenggaraan Bupati Belu Cup. Langkah ini dimaksudkan agar ajang ini tetap berjalan terus-menerus meskipun terjadi pergantian pimpinan daerah ke depannya.

“Saya harapkan Bupati Belu Cup ini kita tetapkan bulan Mei sebagai jadwal rutinnya. Kemudian pada bulan September atau Oktober, kita juga akan selenggarakan Liga Pelajar Indonesia, sebagai sarana menjaring bibit unggul yang nantinya bisa bergabung ke dalam klub-klub sepak bola yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Menurutnya, sepak bola adalah olahraga yang paling merakyat dan tidak mengenal batas negara, yang intinya adalah membangun persahabatan dan kekeluargaan. Oleh karena itu, marwah dan kualitas penyelenggaraan turnamen ini harus terus dijaga dengan baik setiap tahunnya.

Menyusul rencana NTT menjadi tuan rumah PON 2028, Bupati Belu secara resmi menyampaikan permohonan kepada Ketua PSSI Provinsi NTT agar Kabupaten Belu dipercaya menjadi salah satu lokasi pertandingan cabang sepak bola. Ia bahkan menjanjikan kemeriahan luar biasa jika permohonan ini disetujui.

“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Belu, kami memohon agar salah satu venue utama sepak bola PON 2028 ada di sini. Sebagai bukti keseriusan kami, jika disetujui, saya akan menampilkan 1.000 penari untuk memeriahkan acara pembukaannya nanti,” tegasnya.

Selain cabang sepak bola, kabupaten ini juga berpeluang menjadi tuan rumah cabang olahraga Rugby. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Federasi Rugby Provinsi NTT, Bonifasius Jebarus, yang hadir dalam kegiatan tersebut. Peluang itu terbuka lebar apabila seluruh elemen, mulai dari panitia, pemain hingga suporter mampu menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Bapak Ketua PSSI sudah mengingatkan, jika ada keributan atau ketidaktertiban, bisa saja Belu dinilai tidak aman untuk penyelenggaraan pertandingan. Mari kita jaga nama baik daerah, karena jika sportivitas terjaga, olahraga Rugby pun berpotensi dibawa ke sini. Lapangannya mirip sepak bola, dan saya yakin Belu sudah siap,” tambahnya.

Bupati juga mengapresiasi kehadiran peserta yang datang dari jauh, baik dari Timor Leste, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, maupun Kabupaten Malaka. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa ajang ini menjadi sarat merajut persahabatan di wilayah perbatasan. Ia pun menyampaikan terima kasih khusus kepada Imigrasi, Bea Cukai, PLBN, serta Dansektor TNI di perbatasan atas dukungan kelancaran dan keamanan yang diberikan, sehingga tim dari negara tetangga bisa berpartisipasi dengan aman dan nyaman.

Dipenghujung sambutannya, Willy Lay mengumumkan jadwal pertandingan puncak. Laga final Bupati Belu Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni mendatang. Tak lama setelahnya, tepatnya pada 27 Juni, masyarakat Belu akan kembali disuguhi agenda besar, yaitu Festival Fulan Fehan. Ia pun mengundang seluruh peserta, tamu undangan dari daerah lain, hingga tim dari Timor Leste untuk turut hadir dan memeriahkan festival kebanggaan masyarakat Belu tersebut.
“Selamat bertanding, jaga terus persahabatan yang telah terjalin, dan kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita semua,” tutupnya. (*)

Editor: Ferdy Talok