24 Tim Ramaikan Turnamen Voli Partai Demokrat Belu

Semoga Lahir Atlet Voli Hadapi PON 2028

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam rangka memeriahkan HUT ke-25 Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Belu, menggelar turnamen bola voli antar kelurahan dan kecamatan, Rabu (26/8/2026).

Sebanyak 24 tim baik putra dan putri terdaftar dan bersaing meraih trophy piala Partai Demokrat Belu. Tim Putri yang bersaing sebanyak 11 tim  dan Tim Putra berjumlah 13 tim.

Pantauan media ini, turnamen tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves dan dihadiri Ketua DPRD Belu dan sejumlah undangan lain.

Pembukaan turnamen turut dihadiri Ketua PBVSI NTT, Winston N. Rondo, pimpinan dan anggota DPRD Belu, perwakilan Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta sejumlah undangan.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Belu, Carlos Teles, dalam laporannya mengatakan turnamen tersebut digelar sebagai upaya membuka kembali ruang kompetisi bagi para pencinta bola voli di Kabupaten Belu.

Carlos menyebut, dalam beberapa tahun terakhir kegiatan pertandingan bola voli di Belu relatif minim. Padahal, menurut dia, minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap olahraga tersebut masih cukup tinggi.

“Selama beberapa tahun terakhir, bola voli di Kabupaten Belu seperti kehilangan ruang untuk berkompetisi. Padahal, banyak anak muda yang memiliki bakat dan minat. Karena itu, kami mencoba menghadirkan turnamen ini agar mereka memiliki ruang untuk bertanding dan mengasah kemampuan,” kata Carlos.

Ia mengatakan penyelenggaraan turnamen tidak semata-mata untuk memeriahkan HUT Partai Demokrat. Kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi wadah pencarian bibit atlet yang dapat dibina secara berkelanjutan.

Menurut Carlos, kompetisi yang rutin diperlukan agar atlet muda memiliki pengalaman bertanding dan dapat mengukur kemampuan mereka.

“Kami berharap turnamen ini bisa melahirkan bibit-bibit unggul dan generasi baru yang nantinya mampu berprestasi di bidang bola voli. Mudah-mudahan setelah ini muncul kegiatan-kegiatan serupa dari pemerintah maupun kelompok masyarakat lainnya,” ujarnya.

Carlos juga meminta seluruh tim, official, suporter, dan masyarakat yang menyaksikan pertandingan menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung.

Ia menilai aspek keamanan menjadi salah satu faktor penting agar kompetisi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami ingin pertandingan ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Kalau pelaksanaan pertama ini berjalan baik, tentu menjadi modal bagi kami untuk kembali menggelar kegiatan pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Ketua PBVSI Provinsi NTT, Winston Rondo mengemukakan, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan turnamen ini, dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat.

Ia berharap melalui turnamen ini,.lahir atlet-atlet voli berbakat. Hal ini penting menyongsong pelaksanaan PON 2028 mendatang. “Semoga ada atlet voli asal Belu setelah turnamen ini, bahkan siap untuk mengikuti PON 2028 nanti,” bilang anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Demokrat itu.

Ia juga meminta pembinaan atlet voli harus terus dilaksanakan. Jangan sampai habis turnamen ini, selesai juga pembinaan atlet voli.

Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai kegiatan olahraga memiliki manfaat yang lebih luas karena dapat menjadi ruang interaksi sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat.

“Turnamen seperti ini bukan hanya menjadi ajang untuk berkompetisi dan mencari prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta meningkatkan semangat sportivitas di tengah masyarakat,” ujar Vicente.

Ia meminta seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan dengan tetap menghormati lawan.

Vicente menegaskan kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi. Karena itu, hasil pertandingan tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan rasa persaudaraan.

“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Namun, persaudaraan dan kebersamaan harus tetap menjadi yang utama,” katanya.

Ia juga mengajak para suporter dan masyarakat menciptakan suasana pertandingan yang aman dan kondusif.

Vicente berharap turnamen tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Belu sekaligus menjadi bagian dari upaya menemukan atlet-atlet muda potensial. (*)

Editor: Ferdy Talok