Musim Kemarau, Masyarakat Belu Diminta Waspada Kebakaran dan Kesulitan Air Bersih

ATAMBUA, Kilastimor.com-Provinsi NTT termasuk Kabupaten Belu telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini akan mengakibatkan kekeringan dan kebakaran hutan maupun lainnya yang tentunya perlu diantisipasi.

Menghadapi musim kemarau ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu terus memantau dan siap untuk mengatasi dampak kekeringan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Belu, drg. Ansila Eka Mutty dalam siaran persnya, Jumat 31/7/2026) mengemukakan, potensi bencana selama musim kemarau cukup tinggi. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati saat beraktivitas, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Ia menjelaskan, dampak kemarau mulai terlihat dengan terjadinya kebakaran di Emaus, Nenuk pada 27 Juli 2026 lalu. “Selain itu, dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi sejumlah kebakaran rumah di beberapa wilayah Kabupaten Belu,” tulisnya.

Menurut Ansilla, kebakaran umumnya disebabkan oleh kelalaian, seperti lupa mematikan kompor, korsleting listrik, pembakaran sampah dan lahan, anak-anak bermain api tanpa pengawasan, hingga membuang puntung rokok sembarangan yang kemudian memicu kebakaran di lahan kering. Hal ini perlu perlu mendapat perhatian serius masyarakat.

BPBD Belu juga mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan kamarau di Nusa Tenggara Timur telah dimulai sejak April 2026 dengan curah hujan di sebagian besar wilayah berada di bawah normal. Puncak kamarau diperkirakan terjadi pada September 2026 sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Selain ancaman kebakaran, kata Mantan Kadinkes Belu ini, juga berpotensi menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih serta meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA) akibat asap kebakaran.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana dengan menghindari pemborosan serta memanfaatkan kembali air bekas yang masih layak untuk menyiram tanaman maupun membersihkan halaman.

Ia meminta masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan adanya kebakaran maupun kesulitan air bersih. Masyarakat bisa menghubungi callcenter BPBD Belu 082266106808 dan petugas siap siaga 24 jam. (*)