Jelang Muscab, DPC PKB Belu, TTU dan Malaka Kunjungi Para Imam Purna Tugas

SUMBANGAN KASIH: Pimpinan Partai PKB Belu, TTU dan Malaka ketika menyerahkan sumbangan bagi imam purna tugas.

 

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Belu, Kabupaten TTU dan Malaka melakukan kunjungan kasih dan kemanusiaan ke Panti Purna Tugas para Imam Projo Keuskupan Atambua di Emaus, Nenuk, Belu.

Aksi ini merupakan rangkaian kegiatan yang digelar sebelum pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Belu, TTU dan Malaka, pada Jumat (24/4/2026).

Hadir dalam kunjungan itu antara lain, Ketua DPC PKB Belu, Antonius Ugahari Luan, Ketua DPC PKB TTU, Theodorus Tahoni, Ketua Panitia Pelaksanan sekaligus Sekretaris DPC PKB Belu, Yonas Engelbert Talok, Ketua Dewan Syuro, Yohaneta Mesak bersama Wakil Ketua, Agustinus Manek. Hadir juga, Wakil Ketua 1 dan 2 DPC, Johanes M. V. Bria dan Herman Abatan.

Ketua DPC Belu, Antonius Ugahari dalam keterangan persnya mengatakan, kunjungan kasih dan kemanusiaan yang dilakukan oleh DPC PKB Belu, TTU dan Malaka bertujuan bersilaturahmi dengan para imam yang telah purna tugas.

Dalam kunjungan itu, pihaknya juga berbagi kasih serta memohon doa dari para imam untuk penyelenggaraan musyawarah Cabang di Tiga Kabupaten dimaksud, agar berjalan lancar.

“Kunjungan sekira satu setengah jam itu begitu hangat. Kami mulai dengan doa, perkenalan, lalu dialog iman singkat dan Penyerahan sumbangan kasih sesuai kebutuhan para Imam di Rumah Panti Purna Tugas,” bilang anggota DPRD Belu itu.

Sementara itu, Ketua DPC PKB TTU, Theodorus Tahoni pada kesempatan itu, menyampaikan terima kasih atas pengabdian para imam purna tugas yang telah memberikan bimbingan, arahan dan berlaku sebagai garam serta terang kepada umat Allah sekira 35 tahun. “Semoga Tuhan memberi rahmat kesehatan dan umur yang panjang kepada kita semua,” tuturnya.

Ketua Panitia Pelaksana Muscab Belu, Yonas Engelbert Talok  saat menyerahkan buah tangan meminta doa para imam, semoga semua terus menjalani tugas serta tanggung jawab masing masing secara baik yang bisa berguna bagi Gereja, Negara dan bangsa Indonesia tercinta. “Apapun aktivitas yang kita lakukan, semoga semuanya akan bermuara pada kasih dan kemanusiaaan,” tutupnya.

Untuk diketahui, para imam purna tugas di Emaus, saat ini berjumlah 10 orang. Dalam keseharian mereka dimasa tua, dijaga dan dirawat oleh seorang bruder dan dua orang suster. (*)

Editor: Ferdy Talok