Festival Fulan Fehan 2026 Bakal Dihadiri Presiden Timor Leste dan Wali Kota Darwin

Bupati Belu Ajak Masyarakat Berpartisipasi

Debrito E. Seran

 

ATAMBUA, Kilastimor.com-Festival Fulan Fehan yang terhenti sekira empat tahun lebih, kini dihidupkan oleh Pemerintah Kabupaten Belu, dengan menggelar Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026.

Festival ini sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 25-27 Juni 2026, dan Mengusung tema “Dance for Friendship”,.

Festival budaya unggulan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste ini bakal berlangsung ditiga tempat. Masing-masing di kawasan rumah adat Duarato, Kecamatan Lamaknen, Atambua, Kecamatan Kota Atambua dan Padang Sabana Fulan Fehan dikaki Gunung Lakaan, Kecamatan Lamaknen.

Hal ini ​dikatakan Bupati Belu, willybrodus Lay S.H melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Debrito E. Seran dalam jumpa pers, Senin (22/6/2026).

Dikatakan, festival ini bukan sekadar pergelaran budaya biasa, melainkan momentum untuk merayakan persahabatan, budaya, serta keberagaman yang menjadi kekuatan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara.

​Festival akan resmi dimulai pada Kamis (25/6/2026) pukul 14.00 WITA dengan ritual adat Ukun Naran Bunaq di Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen. Agenda hari pertama ini akan menyuguhkan berbagai atraksi budaya, tarian tradisional, serta situs lokal masyarakat Duarato yang merupakan bagian dari kekayaan budaya suku Bunak.

​Pada hari kedua, Jumat (26/6/2026) mulai pukul 15.00 WITA, acara dilanjutkan dengan Parade Tenun dan Fashion Show. Sebanyak 180 peserta yang berasal dari Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka telah terdaftar untuk berpartisipasi. Peserta parade melingkupi berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar (SD hingga SMA), personel TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD, sektor swasta, hingga komunitas lokal.

“​Panitia juga akan melombakan kostum unik dalam dua kategori, yakni Juara Utama dan Juara Favorit. Selain parade kostum, malam fashion show tersebut akan menampilkan karya-karya terbaik dari desainer lintas wilayah, termasuk desainer asal Timor Leste, Kota Kupang, Kabupaten TTU, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu. Acara juga akan diselingi penampilan tari modern, tari kolosal, paduan suara, serta pertunjukan musik band,” timpalnya.

​Puncak dari Festival Fulan Fehan IV akan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) mulai pukul 10.00 WITA di kawasan wisata Fulan Fehan. Acara puncak ini akan menyajikan Tarian Likurai secara massal, sebuah tarian tradisional yang menjadi simbol persatuan, semangat dan persahabatan masyarakat Timor.

​Sejumlah pejabat penting dan delegasi luar negeri dikonfirmasi akan menghadiri acara puncak ini. Dari pihak Timor Leste, dijadwalkan Presiden Ramos Horta hadir, juga akan hadir Wali Kota Darwin, Australia.

​Sementara dari pemerintah pusat Indonesia, akan hadir Wakil Menteri Dalam Negeri, Ketua Umum TP PKK, Rektor ISI, perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM), perwakilan Universitas Airlangga, Wakil Rektor IPDN, Badan Penghubung Provinsi Sumatra Barat, serta Tim Uma Nusantara dari Google Indonesia.

​Dari tingkat regional, Penjabat Gubernur NTT bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, perwakilan BUMN/BUMD, serta para bupati, wali kota, dan Ketua Dekranasda se-Provinsi NTT juga dipastikan hadir.

​Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan ini, mulai dari TNI, Polri, pihak sponsor, komunitas, hingga para pelaku seni budaya.

​Melalui festival ini, Pemkab Belu berharap ajang “Dance for Friendship” dapat menjadi ruang kolaborasi konkret untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Belu sebagai beranda terdepan Indonesia yang kaya akan budaya.

Pada bagian akhir, ia menyampaikan pesan Bupati Belu kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menyukseskan festival yang menyedot perhatian masyarakat luas. (*)

Editor: Ferdy Talok