Atasi Kelangkaan dan Kenaikan Harga Mitan, Disperdagin Belu Operasi Pasar

ATAMBUA, Kilastimor.com-Harga eceran minyak tanah (Mitan) yang meningkat, membuat Pemerintah Kabupaten Belu mengambil langkah-langkah konkrit untuk menormalkan kembali harga mitan. Salah satunya bekerjasama dengan Pertamina melakukan operasi pasar murah mitan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 4.000 per liter.

Dalam operasi bersama, Pertamina menyiapkan 30.000 liter atau 30 ton minyak tanah dan Disperdagin Belu kembali salurkan 5 ton minyak tanah dalam operasi pasar murah bertempat di taman GOR L.A Bone Atambua, Selasa (7/6/2026).

Operasi pasar murah bersama agen penyalur PT. Samara dilakukan guna mengantisipasi kebutuhan minyak tahan sekaligus memenuhi kebutuhan warga pasca kelangkaan minyak tanah yang terjadi perbatasan Belu dalam tiga bulan terkahir.

Kepala Disperdagin Belu, Vincent K. Laka melalui Kabid Kemetrologian dan Pengawasan Perdagangan, Vence Moruk membenarkan, operasi pasar murah minyak tanah dilaksanakan secara bertahap di 12 Kelurahan.

“Kita siapkan stok 30 ton. Minggu lalu sudah disalurkan 5 ton untuk warga kelurahan Berdao dan Umanen dan hari ini 5 ton lagi,” ujarnya.

Vence merincikan, dalam kegiatan pasar murah bersama PT. Samara selaku agen penyalur, hari ini jatah minyak tanah yang disalurkan 5.000 liter atau 5 ton kepada masyarakat Kelurahan Tulamalae dan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat.

“Hari ini kita bagi untuk warga Kelurahan Tulamalae 2,8 ton (280 kk) dan Beirafu 2,2 ton (220 kk) setiap kepala keluarga dapat jatah 10 liter. Jadi, untuk Kecamatan Atambua Barat selesai, tinggal dua Kecamatan Atambua lainnya,” terang dia.

Lanjut Vence, masih tersisa stok 20.000 liter minyak tanah untuk warga 4 Kelurahan Atambua Selatan dan 4 Kelurahan Kota Atambua yang akan disalurkan dalam waktu dekat.

“Untuk penyaluran berikutnya kita tunggu ketersediaan stok minyak tanah dari Pertamina dan data Kelurahan,” timpal dia.

Mantan Camat Tastim itu, kegiatan operasi pasar murah ini digelar guna menjaga stabilitas harga termasuk meringankan beban masyarakat dampak kelangkaan minyak tanah dengan perolehan HET Rp. 4.000 per liternya. (*)

Editor: Ferdy Talok