ATAMBUA, Kilastimor.com-Jajaran DPRD Belu tengah menjalani masa reses di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil). Reses para wakil rakyat itu bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk selanjutnya diperjuangkan kepada pemerintah.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Gede Manek Sugiartana salah satu wakil rakyat turut mengisi masa reses dengan melakukan pertemuan dengan warga Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Sabtu (8/8/2026).
Reses yang dihadiri puluhan warga Desa Teun, berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Begitu banyak harapan yang disampaikan warga untuk diperjuangkan lebih lanjut.
Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu menyoroti jalan raya Teun yang setiap tahun selalu mengalami longsor. Akibatnya akses transportasi Atambua Kabupaten Belu menuju Betun, Kabupaten Malaka dan sebaliknya terhambat dan membahayakan pengendara.
Disamping ruas jalan Teun yang longsor, warga juga mengusulkan agar pemerintah juga perlu berdayakan masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan air tawar. Apalagi diwilayah Teun memiliki debit air yang menjanjikan untuk budidaya ikan air tawar dan terdapat kolam ikan air tawar milik pemerintah Kabupaten Belu.
Masyarakat setempat juga mengeluhkan akses jalan Tasain-Rafae dan jembatan Rafae yang hingga saat ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk dibangun serta minimnya fasilitas pendukung pertanian, seperti traktor dan mesin rontok, pupuk hingga air bersih.
Warga juga mengkritisi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang belum dirasakan oleh pelajar dan masyarakat desa setempat. “Program MBG sudah dua tahun berjalan, tapi anak-anak sekolah di desa kami, baik SD dan SMP belum nikmati juga. Ini harus menjadi perhatian bapak-bapak dewan,” ungkap warga.
Kepala Desa Teun, Agustinus Min yang turut hadir bersama sejumlah warga pada kegiatan reses tersebut memberikan apresiasi atas kegiatan reses yang digelar anggota DPRD dari Fraksi PDI-P itu.
“Atas nama masyarakat Desa Teun kami menyampaikan apresiasi atas kegiatan reses ini. Dengan kehadiran Bapak Gede ditempat ini kami berharap agar apa yang menjadi keluhan dan kesulitan masyarakat dapat diperjuangkan dan diwujudkan,” ujarnya.
Dirinya berharap dengan kehadiran DPRD pada masa reses untuk mengunjungi dan melihat dari dekat keluhan dan kesulitan yang dialami masyarakat di desa.
“Kami minta aspirasi masyarakat tolong diperjuangkan. Terutama pembangunan ruas jalan Tasain-Rafae dan jembatan yang menghubungkan ruas jalan itu. Karena ini sudah sering diusulkan tapi tidak ada realisasi sama sekali. Padahal ruas jalan itu untuk membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat di desa ini,” ungkap Agus Min.
Menanggapi usulan warga, Bendahara DPC PDI Perjuangan itu menegaskan, terkait jalan longsor Teun telah dikonsultasikan ke pihak PUPR Provinsi NTT untuk ditindaklanjuti.
“Jalan longsor tidak hanya Teun tetapi satu titik di Wedomu juga kami sudah konsultasikan ke PUPR Provinsi NTT. Disampaikan kalau ruas jalan ini telah disurvei hanya saja kondisi tanah tidak labil sehingga terus terjadi longsor. Lebih dari itu, masalah anggaran penanganan di APBD Provinsi tahun 2026 tidak disediakan. Tapi kami sudah minta agar tahun anggaran 2027 supaya dikerjakan dengan baik,” ungkap Gede.
Untuk MBG urainya, dirinya akan berkoordinasi dengan Pendidikan Kabupaten Belu, agar menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab pelajar dan masyarakat Teun juga berhak merasakan program MBG tersebut.
Lebih lanjut dikatakan bahwa terkait usulan lain tetap menjadi catatan untuk diperhatikan dalam sidang DPRD Kabupaten Belu.
“Usulan yang berhubungan dengan APBD Kabupaten, kami tetap fokus untuk memperjuangkan keluhan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat banyak dengan tetap melihat ketersediaan dan kemampuan anggaran pemerintah,” tutupnya. (*)







