POSE BERSAMA: Para Dosen Keperawatan UNIMOR dan mahasiswa pose bersama usai teken MoU di SMPN 1 Atambua.
ATAMBUA, Kilastimor.com-Perundungan (cyberbullying) menjadi tantangan masa kini yang perlu tangani secara serius, terutama dikalangan remaja.
Untuk membentengi anak remaja dari ancaman perundungan (cyberbullying) dan gangguan emosional di Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Timor (UNIMOR) meluncurkan sistem deteksi dini kesehatan mental berbasis digital di SMP Negeri 1 Atambua.
Sistem deteksi dini ini dijalankan dengan skema hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat LPPM UNIMOR Tahun Anggaran 2026. Kegiatan bertajuk “Pendampingan Sekolah dalam Deteksi Dini dan Dukungan Kesehatan Mental bagi Siswa dengan Dukungan Pengasuhan Terbatas” ini memperkenalkan Program BESTI-SDQ (Sahabat Sehat Mental Siswa).
Ketua Tim Pengabdi UNIMOR, Maria Julieta Esperanca Naibili, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (12/9/2026) menyampaikan, keberadaan sistem pendeteksi dini di tingkat sekolah menengah kini menjadi kebutuhan mendesak.
“Permasalahan emosional dan perilaku pada remaja sering kali tidak terdeteksi sejak awal karena keterbatasan instrumen pemantauan di sekolah. Melalui pemetaan digital instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), para guru Bimbingan dan Konseling (BK) kini dapat memetakan kondisi psikologis siswa secara cepat, objektif, dan terstruktur,” ujar Maria sapaan karibnya di Atambua.
Sistem digital ini mengukur lima ranah utama perkembangan remaja, yaitu Masalah Emosi, Masalah Perilaku, Masalah Hiperaktivitas, Masalah Teman Sebaya, serta Perilaku Prososial. Dengan dashboard otomatis, hasil kuesioner dapat langsung mengelompokkan kondisi siswa ke dalam kategori Normal, Borderline hingga Abnormal, untuk segera diberikan Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid).
Selain pelatihan dan simulasi digital bagi guru BK, kegiatan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNIMOR dan SMPN 1 Atambua serta penyerahan master Modul Panduan Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa bagi Guru.
Kepala SMP Negeri 1 Atambua, Maria Magdalena Amann, S.Pd., menyambut hangat dan mengapresiasi penuh langkah Tim PkM UNIMOR dalam meluncurkan Program BESTI-SDQ di sekolahnya.
Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk membantu guru Bimbingan Konseling (BK) menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif serta mendukung kesehatan mental seluruh siswa.
Pelaksanaan PkM ini diperkuat oleh tim dosen multidisiplin, yaitu Rufina Nenitriana S. Bete, S.Psi., M.Si selaku pakar psikologi, Melkianus Ratu, S.KM., M.HID yang merupakan pakar kesehatan masyarakat, serta didukung oleh 11 mahasiswa Program Studi Keperawatan UNIMOR. (*)







