ATAMBUA, Kilastimor.com-Masa reses anggota DPRD Belu dimanfaatkan secara serius oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Partai Hanura, Edmundus Manek.
Senin (10/8/2026) anggota DPRD Belu tersebut menggelar reses atau penjaringan aspirasi masyarakat di Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu.
Edmundus Manek yang juga Ketua Komisi 2 DPRD Belu itu melakukan pertemuan dengan penjabat desa, BPD serta puluhan masyarakat desa. Ia mendapatkan sejumlah keluhan yang perlu menjadi atensi bersama pemerintah.
Antonius Bitin salah satu warga meminta adanya pembukaan lahan baru, pembangunan embung serta pengadaan pupuk dan bibit bagi petani di Desa Sarabau. Hal ini untuk mendukung petani meningkatkan hasil pertanian.
Pada bagian yang sama, Pengelola PAUD, Emiliana Bita meminta perhatian DPRD dan Pemda Belu terkait insentif paud yang menurutnya tidak sesuai dengan beban kerja. “Beban kerja kami tinggi, sementara insentif untuk kami tidak mencukupi kebutuhan. Kami butuh perhatian,” bilangnya.
Pada bagian yang sama, Yulius Taek mewakili masyarakat meminta perbaikan infrastruktur jalan di Dusun Tunumau. “Jalan di Tunumau kami minta untuk segera diperbaiki dan ditingkatkan. Agar memperlancar aktivitas masyarakat,” tandasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Rakyat, Edmundus Manek menyampaikan tugas dan tanggungjawab sebagai anggota DPRD Belu wajib melakukan reses atau menjaring aspirasi sesuai dengan perintah Undang-Undang.
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belu, dirinya akan berkoordinasi dengan mitra kerja pemerintah melalui dinas teknis bidang Pertanian, Pendidikan dan Dinas PUPR Kabupaten Belu.
“Semua aspirasi sudah kami catat. Ini akan kami perjuangkan kepada pemerintah Kabupaten Belu melalui dinas-dinas terkait seperti Pertanian, Pendidikan maupun Dinas PUPR Belu,” ujar mantan Kades Bauho itu.
Lanjut Edmundus Manek, selain intervensi anggaran APBD untuk pembangunan, dirinya minta Pj. Desa Sarabau untuk fokuskan anggaran dana Desa untuk pemberdayaan agar bisa mengatasi kebutuhan masyarakat. (*)







