Ragam Aspirasi Warnai Reses Anggota DPRD Belu ini di Lamaknen Selatan

Uju: Kita akan Perjuangkan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Anggota DPRD Belu dari Fraksi PAN-PKS, Ignatius Ati Koli menggelar reses di tiga desa pada Kecamatan Lamaknen Selatan, Senin (10/8/2026). Tiga desa yang menjadi titik reses yakni Desa Lo’onuna, Ekin dan Henes.

Ignatius Ati Koli kepada media ini, mengemukakan, dirinya telah menyelesaikan reses pada tiga desa di Kecamatan Lamaknen Selatan. “Untuk hari ini, saya sudah lakukah reses di Desa Lo’nuna, Ekin dan Desa Henes. Besok akan saya lanjutkan lagi dibeberapa desa,” paparnya.

Disebutkan, dalam pertemuan dengan masyarakat di Desa Lo’onuna, didapati banyak aspirasi. Salah satu yang menjadi sorotan utama yakni infrastruktur jalan dan jembatan. “Di Lo’onuna, banyak disorot masyarakat soal jalan dan jembatan yang hingga kini tak tersentuh,” papar Uju sapaan karibnya.

Bahkan tambahnya, ada warga yang begitu kesal dan kecewa, sehingga menolak kehadiran DPRD untuk reses di wilayah tersebut. Hal ini terjadi akibat aspirasi yang disampaikan dalam reses tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah diwujudnyatakan. “Bagi saya, ini hal yang wajar. Wajar masyarakat kesal dan marah. Kedepan kami akan kawal usulan masyarakat Debululik,” timpalnya.

Dilanjutkan, infrastruktur jalan penghubung antar desa sangat buruk dan perlu ditangani secara serius. “Di Dusun Li’u, perlu dibangun jembatan, sebab masyarakat kesulitan ketika terjadi banji,” bebernya.

Selain itu, warga Lo’onuna juga meminta perhatian pemerintah untuk harga komoditas pertanian. Para petani hortikiltura khususnya bawang mengeluhkan harga komoditas bawang yang sangat rendah. “Kami beli bibit bawang putih maupun merah per kilo Rp 40.000 ribu. Tetapi saat panen dan dijual, hargaya hanya Rp 15.000 per kilo. Ini merugikan petani. Ini perlu perhatian serius pemerintah melalui dinas pertanian maupun dinas Perdagangan,” kutipnya.

Sementara itu, ketika menggelar reses di Desa Ekin, ia mendapat aspirasi agar jalan lama dari Pertigaan Aleong, Weluli, untuk dibuka dan diperbaiki Pemda. Sebab menjadi akses jalan alternatif, juga menjadi akses penting bagi anak-anak sekolah baik SMP maupun SMA.

Pada kesempatan itu juga, ia mendapati dua dusun pada desa tersebut, masing-masing Koin dan Aitameak belum mendapat jaringan listrik, untuk penerangan maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sementara di Desa Ekin, ia disodorkan sejumlah permintaan, dimana perlu diberikan bibit maek bako atau porang. Menurut masyarakat Henes, kondisi alam disana sangat cocok untuk pengembangan porang.

Disamping itu, ada permintaan bantuan benang maupun alat tenun untuk mendukung pengrajin tenun. “Ibu-ibu minta ada bantuan alat tenun maupun benang,” sergahnya.

Masih menurutnya, pada tiga desa yang kunjungi, masyarakat juga meminta realisasi sumur bor, agar kesulitan air bersih yang selama ini dialami masyarakat, segera teratasi.

Dikemukakan, semua aspirasi yang disapampaikan, tentu akan menjadi concern perjuangannya kedepan. Sebab, Lakmanen Selatan perlu mendapat perhatian lebih dibanding kecamatan lainnya. “Memang Lamaknen Selatan masih tertinggal jauh dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Belu,” tegasnya.

Pada bagian akhir politisi muda itu mengemukakan, pada Selasa (11/8/2026) besok, dirinya akan melanjutkan reses di Desa Nualain dan Debululik. (*)

Editor: Ferdy Talok