ATAMBUA, Kilastimor.com-Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Belu remi dilantik.
Pelantikan Kadis Belu yang dinahkodai Albertus Baldion Tanur itu dipimpin Ketua Umum KADIN Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Bobby Lianto di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Selasa (21/7/2026).
Kepengurusan KADIN Belu periode 2026-2031 mengombinasikan para pelaku usaha lintas sektor, pimpinan perbankan, hingga otoritas pemerintah daerah. Langkah strategis terlihat pada jajaran Dewan Penasihat yang menempatkan Bupati dan Wakil Bupati Belu sebagai pucuk pimpinan. Posisi tersebut diperkuat dengan masuknya para pimpinan bank BUMN dan daerah di Atambua, meliputi BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Bank NTT sebagai anggota Dewan Penasihat guna mempercepat akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal.
Pada level Pengurus Harian, Kadin Belu diperkuat oleh 12 Wakil Ketua Bidang yang membawahi 25 Komite Tetap (Komtap). Formasi ini dirancang khusus untuk menggenjot sektor perdagangan internasional, UMKM, jasa konstruksi, investasi, hingga pemanfaatan media digital di wilayah perbatasan. Merujuk pada AD/ART organisasi, seluruh fungsionaris Kadin Belu diwajibkan mengantongi Kartu Tanda Anggota Biasa (KTA) Kadin yang aktif, kecuali bagi jajaran Dewan Penasihat serta pejabat publik non-pengusaha.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., memberikan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru ini. Ia berharap Kadin Belu segera menggelar rapat kerja untuk mengoptimalkan sektor-sektor potensial yang belum terakomodasi, sekaligus memperluas kerja sama luar negeri guna membuka akses pasar internasional ke Timor Leste.
Peluang pasar di Timor Leste paparnya begitu besar. Karena itu, perlu dibangun kerja sama KADIN Belu dan pengusaha Timor Leste. Apalagi tarif ekspor Timor Leste ke negara lain seperti Amerika, Singapura dan lainnya nol persen.
Dia meminta agar pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam KADIN Belu untuk terus mempeluas usaha salah satunya perhotelan. “Kalau bisa setelah pelantikan ini, langsung diskusi rencana investasi, dan besok saya letakkan batu pertama,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto meminta pengurus melakukan konsolidasi maupun merancang rencana kerja. Dengan begitu, agenda organisasi dapat berjalan dengan baik.
Ia juga berharap KADIN Belu berkolaborasi dengan Pemda Belu, agar setiap program didukung terutama investasi di Kabupaten Belu.
Ketua KADIN Kabupaten Belu, Albertus Baldion Tanur, S.E., menyatakan bahwa seluruh pengurus dipersiapkan untuk bergerak cepat merespons rencana pemerintah pusat terkait penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Zona Ekonomi Khusus (ZEK) di Motaain.
”Kita berada di beranda depan negara dan harus bisa mengambil keuntungan dari posisi strategis ini. Kadin Belu akan membangun sinergi kuat bersama Apindo, HIPMI, dan pemerintah daerah. Kami berkomitmen menjadi mitra strategis agar manfaat ekonomi dari zona khusus tersebut benar-benar berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” ujar Baldin sapaan karibnya.
Dilanjutkan, pihaknya akan membangun kerja sama dengan negara tetangga Timor Leste. Selain itu, pengusaha Belu memanfaatkan peluang perdagangan dengan Timor Leste yang terbuka lebar saat ini. (*)







