ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menggelar rapat evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Belu terkait realisasi dan target 10 Program Prioritas tahun anggaran 2025-2026. Kegiatan evaluasi itu berlangsung di Lantai satu Kantor Bupati Belu, Jumat (17/07/2026).
Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah, Camat, dan Lurah se-Kota Atambua ini, Bupati menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam setiap pelaksanaan program pembangunan.
Bupati Willybrodus Lay menyoroti adanya kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai bahwa meskipun banyak program prioritas yang telah berjalan, publik masih minim informasi mengenai capaian tersebut karena kurangnya komunikasi dari jajaran pemerintahan.
“Masyarakat masih belum tahu apakah program-program yang kita janjikan sudah dikerjakan atau belum. Saya melihat kita belum ada yang menjelaskan atau menyampaikan ke masyarakat secara masif,” ujar Bupati dengan tegas.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati memberikan instruksi langsung kepada Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan serta Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah untuk segera menyusun dan merilis laporan progres pelaksanaan 10 program prioritas.
“Saya minta Asisten 2 dan Pj. Sekda untuk membuat rilis resmi sehingga masyarakat tahu bahwa sebagian janji kita sudah dikerjakan,” paparnya.
Hanya saja, pihaknya juga harus jujur jika ada beberapa program kerja yang belum terlaksana dikarenakan kendala teknis. Keterbukaan ini penting untuk membangun kepercayaan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada publik tentang sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi-misi pembangunan, sekaligus menjadi bahan evaluasi internal bagi para pimpinan perangkat daerah dan camat.
Selain mengevaluasi kinerja saat ini, Bupati Willy Lay juga mengungkapkan rencana strategis jangka menengah yang akan menjadi fokus utama pemerintah di tahun 2027.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Belu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Ada pun rencana ke depan, pada tahun 2027, saya menegaskan akan memberikan beasiswa untuk delapan bidang studi prioritas. Ini adalah bentuk investasi kami untuk masa depan generasi muda Belu agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” pungkasnya.
Pengumuman ini disambut antusias oleh para peserta rapat, mengingat pendidikan merupakan salah satu sektor krusial dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing daerah perbatasan.
Dengan arahan yang jelas mengenai transparansi data dan rencana konkret di bidang pendidikan, Pemkab Belu berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan serta mempersiapkan SDM yang unggul untuk menghadapi tantangan global di masa depan. (*)







