EKONOMI

Ketua Komisi V DPR RI Pantau Perkembangan Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Tenau

Ketua Komisi V DPR RI pantau bongkar muat pelabuhan barang Tenau.

KUPANG, Kilastimor.com-Ketua Komisi V DPR-RI, Fary Francis, melihat dari dekat perkembangan bongkar muat barang di pelabuhan Tenau. Hal ini merupakan kunjungan kerja dirinya, untuk memastikan setiap barang yang masuk ke NTT, menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan lancar.
Kunjungan ini dilakukan Fary dan rombongannya pada Kamis (21/12), di pelabuhan barang Tenau Kupang.

Dijelaskan, Pelindo Tenau Kupang yang merupakan bagian dari Kementerian Perhubungan, yakni mitra Komisi V, bertanggungjawab dalam bongkar muat barang di pelabuhan. Pada kesempatan ini, dirinya mendapatkan masukan dari pihak bahwa bongkar muat, hingga saat ini berjalan lancar. Dimana untuk bongkar muat sendiri bisa dilakukan 24 jam.

Dikatakan, sesuai pantauannya, di masyarakat sendiri tersebar informasi terkait kebutuhan bahan pokok, terutama harga telur, di NTT, khusunya Kota Kupang menjelang Natal, sedang mengalami kenaikan. Hal ini menurutnya, bisa saja berpengaruh pada proses bongkar muat di pelabuhan. Tetapi di pelabuhan sendiri, Pelindo memiliki kebijakan bongkar muat, dimana kapal yang memuat barang kebutuhan pokok, mendapatkan prioritas utama.

“Saya sudah cek semuanya, dari pemerintah provinsi dan Pelindo sendiri menerapkan kebijakan prioritas, terkait dengan bongkar muat bahan kebutuhan pokok masyarakat di pelabuhan. Hal ini sangat membantu masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun baru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Pelindo Kupang, I Putu Sukadana, pada kesempatan ini mengatakan, pada prinsipnya, Pelindo sangat mendukung program-program pemerintah terkait dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, terkait dengan bongkar muat barang.

Sesuai dengan arahan pemerintah provinsi, terkait dengan skala prioritas bahan kebutuhan pokok masyarakat. Pelindo selama sudah tahu nomor petikemasnya berapa dan itu adalah untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, maka akan dilakukan prioritas bongkar muat. 

Untuk itu, sejauh ini, Pelindo selalu melakukan koordinasi dengan ekspedisi, agar tidak terjadi penumpukan barang.

Sejauh ini menurutnya, tidak ada kendala yang dalam hal bongkar muat, terutama dukungan alat-alat bongkar muat. Dimana, alat-alat yang dipakai selalu terawat dengan baik, sehingga bongkar muat tetap berjalan lancar. Disebutkan, sempat terjadi gangguan salah satu kren trofick CC2, karena sutdown PLN yang tiba, tetapi kerusakannya sudah dapat diantisipasi dan sudah beroperasi kembali.

Terkait peningkatan aktivitas bongkar muat di Pelindo Kupang menurutnya, untuk tahun 2017 dan menjelang Natal, meningkat dari 5%-7% dari tahun sebelumnya. Dirinya menilai bahwa, pertumbuhan ekonomi di NTT sangat bagus, hal ini dilihat dari peningkatan bongkar muat  di pelabuhan, walaupun barang-barang datang saja, karena bersifat cotumer good. Karena ketika kembali, banyak petikemas yang kosong dan hanya 5%-6% saja yang terisi.

Semantara untuk ketersediaan alat menurutnya, sejauh ini sudah cukup, intinya cukup dijaga kehandalannya. Sedangkan untuk menambah alat, disebutkan bahwa area pelabuhan saat slotnya sempit, sehingga akan berpengaruh pada ruang gerak bongkar muat, sehingga tidak efekif. (qrs)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top