EKONOMI

Minimalisir Kebocoran Pajak Daerah di Belu, MPOS Dilaunching

Zakarias Moruk launching Online Pajak Daerah Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Inovasi terkait pajak daerah terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan
Pendapatan Daerah Kabupaten Belu.
Salah satunya melakukan pembayaran pajak daerah secara online.
Adapun pajak daerah meliputi, pajak restoran dan hotel.

Selama ini, pembayaran dan pemungutan kedua pajak daerah tersebut masih dilakukan secara manual. Kita dilakukan digitalisasi dengan sistem online.

Hal ini bertujuan untuk efisiensi dan efektivitas, juga untuk mencegah kebocoran penerima dari sektor pajak daerah, demi meningkatkan penerimaan PAD.

Untuk mewujudnyatakan hal itu, Selasa (13/10/2020) dilaunching atau diluncurkan Online Pajak
Restoran dan Pajak Hotel di Kabupaten Belu, bertempat di Gedung Betelalenok, Atambua.

Online pajak restoran dan hotel itu menggunakan Mobile Point Of Sale (MPOS).

Pantauan media ini, hadir dalam launching pajak online tersebut yakni, Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM bersama para pimpinan OPD Pengelola PAD
lingkup Pemda Belu, Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua, para camat dan lurah.
Terlihat juga, para pemilik Restoran dan Rumah Makan serta
Hotel.

Tujuan dari inovasi pajak daerah yang dilaunching hari ini agar penerimaan pajak daerah dapat meningkat. Mesin MPOS ini diperlukan untuk menunjang aktivitas yang bersifat fisik maupun administrasi yang
mudah dan cepat, karena sistem yang
dibangun telah terintegrasi antara pengelola usaha perbankan dan pemerintah daerah.

Adapun sasaran dan orientasi dari inovasi ini yakni untuk meminimalisir kebocoran PAD
dengan memanfaatkan sumber daya baik tenaga, waktu dan biaya menuju kearah akuntabel dan modernisasi pelayanan.

Baca Juga :   Revolusi Pertanian: Desa Wehali dan Kamanasa Sediakan 170 Hektare Lahan

Dengan adanya Mesin MPOS ini dapat
memberikan kemudahan tersendiri bagi para wajib pajak untuk bertransaksi, dan hal ini akan dirasakan oleh masyarakat berkaitan
dengan efisiensi dan efektifitas waktu yang diberikan.

Adapun sasaran pemasangan mesin MPOS yang tersebar di restoran sebanyak 8 unit dan di Hotel sebanyak 2 unit.
MPOS akan diletakan di rumah makan masing-masing, Rumah Makan Beringin, RM. Pondok Salero, RM. Cita Rasa, RM. Pondok Indah, RM. Jontor, RM. Batak Karo, RM. Sumber Baru dan RM. Pak No.

Sedangkan di hotel, mesin MPOS akan dipasang pada Hotel Matahari dan Hotel King Star.

Kepala Badan Pendapatan Daerah
Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau,
mengatakan, ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah dengan perbankan dan pelaku usaha untuk bersama-sama meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
khususnya di sektor Restoran dan Hotel.

“Aplikasi dan mesin MPOS yang
dibantu oleh Bank NTT ini sangat membantu meringankan pelaku usaha dan juga dapat menekan dan meminimalisir tingkat
kebocoran, karena bisa saja kita lalai menghitung, jika dilakukan dengan cara
manual,” ujarnya.

Dengan menggunakan mesin ini lanjutnya, bisa membantu karena semua transaksi itu terekam secara baik. Diharapkan supaya berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat dan terjaga dari kebocoran.

Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk MM, dalam sambutannya menyampaikan inovasi pajak daerah bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam mencapai tujuan.

Baca Juga :   Pemerintah Kecamatan Malteng Mulai Tata Pasar Bakateu

Sasaran Inovasi Daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya
kesejahteraan masyarakat melalui
peningkatan pelayanan publik,
pemberdayaan dan peran serta masyarakat untuk peningkatan daya saing daerah.

Ditambahkannya, inovasi pajak daerah yangg telah dilakukan dibidang perpajakan daerah antara lain adalah mesin MPOS tersebut, mesin ini dapat merekam transaksi yang diinput dan langsung tercetak struk billnya di Rumah Makan, Resto maupun di Hotel yang langsung termuat pajak daerah 10 persen.

Pajak Daerah 10 persen tersebut urai dia, bisa direkap dan langsung disetor lewat teller bank NTT dan langsung terbaca. Kemudian, semua transaksi dimonitoring di Bapenda atas rumah makan dan hotel yang menjadi target dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkan capaian realisasi.

Disamping itu, meminimalisir terjadinya kebocoran pajak yang
tidak terdata. Langkah ini dilakukan sesuai permintaan KPK RI di wilayah Provinsi NTT.

Acara Launching ditutup dengan
Penandatanganan PKS oleh Pemerintah
Kabupaten Belu dalam hal ini dilakukan oleh Kaban Pendapatan Daerah Kabupaten Belu dan Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua sebagai ikatan Hak dan Kewajiban para pihak dan pelaksana online pajak daerah. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top