RAGAM

HI-Bengkel APPEK Latih CSO dan DPO tentang TKLD

KUPANG, Kilastimor.com-Lembaga Internasional bekerjasama dengan LSM Bengkel APPEK menggelar pelatihan bagi sejumlah Civil Society Organisation (CSO) dan Disability Person Organisation (DPO). Kegiatan yang bertajuk Pelatihan Tata Kelola Pemerintahan yang Demokratis (TKLD) ini digelar di Aula Venus Room, Hotel Ima, pada Selasa (16/5).

Tarsianus Tani, sebagai pemateri dan fasilitator, mengawali materinya mengajak peserta pelatihan untuk bersama-sama memahami tentang apa itu demokratis. Kesempatan ini, Tarsi membagi peserta dalam tiga kelompok dan diskusi ini berjalan sangat alot.

Menurut Tarsianus, sebelum peserta belajar tentang Tata Kelola Pemerintahan maka perlu lebih dahulu mengenal tentang Demokrasi. Karena menurutnya, sering terjadi bahwa tata kelola pemerintahan itu berjalan, tetapi tidak berbasis demokrasi.

Tarsianus ketika mendalami materi ini, mengatakan bahwa secara etimologi, Demokrasi berasal bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata, yakni Demos dan Kratein. Demos diartikan sebagai Rakyat sedangkan Kratein diartikan sebagai Kekuasaan. Dengan demikian menurutnya adalah rakyat yang berkuasa.

Selain itu, Tarsianus juga berbicara tentang prinsip-prinsip demokrasi. Menurutnya, keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan, merupakan prinsip yang tidak bisa dipungkiri. Prinsip demokrasi yang berikut menurutnya adalah adanya persamaan atau kesetaraan dalam pengambilan keputusan. Dimana, dalam mengambil keputusan perlu dilihat siapa untung dan siapa rugi. Karena tidak ada prinsip satu rugi dan siapa rugi.

Tarsianus menambahkan, prinsip Demokrasi yang berikut adalah kebebasan untuk berpendapat. Kebebasan ini, tentunya, menurut Tarsianus perlu menghormati juga aturan yang berlaku. Dalam prinsip Demokrasi juga menurut Tarsianus, perlu tidak ada kekuasaan yang sewenang-wenang. Karena Negara sangat menjamin hak asasi manusia melalui undang-undang.

Baca Juga :   DPRD Malaka Tetapkan Jadwal Sidang 2017

Mendalami materi yang disampaikan, Tarsianus memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan diskusi kelompok.

Untuk diketahui bahwa pelatihan ini, berlangsung tiga hari, yakni 16-18 Mei 2017. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top