Pemda Belu akan Surati Pertamina untuk Tambah Kuota BBM Tahun 2027

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves usai RDP dengan DPRD, Kamis (29/10/2026) mengungkapkan, dalam RDP yang digelar, ditemukan sejumlah masalah yang menyebabkan kelangkaan dan antrean BBM di SPBU.

Salah satu penyebabnya kata Wabup, yakni terjadi pengurangan kuota BBM oleh Pertamina bagi Kabupaten Belu di tahun 2026 ini.

Pada 2026, terjadi penurunan kuota BBM baik solar maupun pertalite dari 22.000 Kilo Liter menjadi 18.000 kilo liter. Jumlah ini sebenar menjadi pemicu utama kelangkaan BBM.

Disamping itu, ada temuan pembelian BBM  dengan menggunakan truk yang bertangki ganda maupun sepeda motor yang mengisi BBM berulang-ulang.

Hasil RDP ini sambungnya, akan ia laporkan kepada bupati yang sementara bertugas diluar daerah, guna diambil langkah konkrit, untuk mengatasi antrean BBM. “Kami akan laporkan dulu ke bupati. Lalu rapat internal untuk ambil langkah-langkah konkrit,” bilang di teras gedung DPRD Belu.

Yang pasti bebernya, langkah pengawasan baik Pemda bersama Polres akan dilakukan kedepan, untuk mengurai antrean pembelian BBM di SPBU.

Tidak saja itu, Pemda Belu juga akan menyurati Pertamina, untuk kembali mengembalikan kuota seperti tahun 2025 lalu, bahkan harus ditambah kuotanya, karena kendaraannterus bertambah.

“Nanti kita surati Pertamina soal kuota dengan data-data pendukung seperti jumlah kendaraan baik berplat Belu maupun luar daerah maupun luar Provinsi NTT, kebutuhan nelayan mupun petani,” tandasnya.

Pada bagian akhir, ia meminta masyarakat untuk tidak menimbun atapun memperjualbelikan BBM subsidi secara illegal ke negara tetangga Timor Leste. Dengan begitu, stok BBM terjamin dan masyarakat tidak dirugikan. (*)