ATAMBUA, Kilastimor.com-Pendidikan Politik kembali digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu. Kegiatan yang digelar bertajuk “Pertisiapsi Warga Negara dan Kualitas Demokrasi”.
Pantauan media ini, pendidikan dibuka Ketua DPC PDI Perjuangan Belu, Theodorus Manhitu Djuang dihadiri kader dan simpatisan partai berlangsung di Bosse Cafe, Pasar Baru, Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Sabtu (31/10/2026).
Hadir sebagai pembawa materi, Ketua DPC PDI-P Belu, Theodorus Djuang, Ketua KPU Kabupaten Belu, Yohanes Ata Palla serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Belu, Apolinaris Susar.
Sekretaris DPC PDIP Belu, Daniel Bernadus Bele Bau dalam keterangannya menekankan, pendidikan politik bukanlah sekadar kegiatan seremonial atau pemenuhan kewajiban administratif semata.
“Lebih dari itu, pendidikan politik merupakan tugas mendasar partai untuk membangun kesadaran kritis masyarakat,” kata dia kepada media usai kegiatan.
Menurut Bele Bau, partai politik memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai hak dan kewajiban warga negara, nilai-nilai demokrasi, urgensi partisipasi aktif, serta cara menjalankan kehidupan berbangsa secara bijaksana.
“Sebagai bagian dari komitmen partai, kegiatan ini harus dilakukan secara berkesinambungan bukan hanya menjelang pemilu atau pilkada guna menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” kata dia.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Belu, Yohanes Ata Palla menjelaskan tugas pokok dan kewenangan lembaga penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP) dalam merencanakan, melaksanakan tahapan, hingga menetapkan calon terpilih.
Dia juga menyoroti realitas sosial politik di tengah masyarakat, termasuk fenomena politik uang (money politics) serta dinamika kebijakan pemerintah yang kerap memicu kritik publik.
Ata Palla juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa aktif memantau informasi kepemiluan melalui platform media sosial resmi KPU dan Bawaslu guna menghindari misinformasi serta meminimalisir potensi sengketa di akhir tahapan.
“Ini sudah kewajiban partai politik untuk melaksanakan pendidikan politik. Sekiranya menjadi agenda tetap, tidak hanya d musim politik,” bilang dia.
Lanjut Ata Pall, melalui kegiatan pendidikan parpol ini menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya penting pendidikan politik agar masyarakat mengetahui hak dan kewajipan mereka.
Tambah Kepala Kesbangpol Belu, Apolinaris Susar, pemerintah daerah senantiasa mendukung penuh pelaksanaan pendidikan politik. Ia mengungkapkan bahwa dari sejumlah partai politik yang memiliki kursi di DPRD Belu, PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang aktif dan konsisten memfasilitasi pendidikan politik bagi konstituennya.
”Pemerintah daerah juga secara rutin memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula di tingkat SLTA guna membentengi generasi muda dari pengaruh hoaks dan perpecahan sosial,” ujar dia. (*)







