DPRD Belu Minta Dinas PUPR Realisasikan Pembagian Air Gratis kepada Masyarakat Terdampak

Antonius Ugahari Luan

 

ATAMBUA, Kilastimor.com-Puncak musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Belu, mengakibatkan kekeringan disejumlah kecamatan. Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Belu harus segera membagikan air bersih secara gratis kepada masyarakat terdampak.

Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Belu, Antonius Ugahari Luan kepada kilastimor.com, Selasa (3/11/2026) di Atambua mengemukakan, pada APBD Perubahan  2026, pihaknya mengalokasi anggaran kepada Dinas PUPR untuk pembagian air bersih diwilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. “Kita kasi anggaran ke Dinadls PUPR untuk bantu warga yang alami kekeringan,” paparnya.

Namun katanya, hingga saat ini belum terlihat secara masif pembagiaan air bersih dimaksud. “Kami belum lihat apakah pembagian air sudah berjalan atau belum,” bilang politisi PKB itu.

Ia berharap, Dinas PUPR Belu segera bergerak, sebab kebutuhan akan air bersih begitu tinggi dan menjadi kebutuhan tidak bisa ditunda, terutama pada desa-desa di Kecamatan Lamaknen, Lamaknen Selatan, Nanaet Duabesi, Raimanuk, Kakuluk Mesak juga dan sejumlah wilayah di Atambua.

Pembagian air sebutnya, perlu segera direalisasikan, sebab kini telah memasuki puncak kemarau. Jika ditunda, maka akan mengakibatkan kesulitan ditengah masyarakat. Hal ini juga berpengaruh pada serapan anggaran itu sendiri. “Hujan akan segera turun. Kalau hujan sudah turun, program ini tentunya tidak berjalan. Harusnya pembagian air bersih dipercepat, agar masyarakat tertolong ditengah kemarau ini,” tegasnya.

Dia meminta, semua stakeholders untuk mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi BPBD yang telah menjalankan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat. “Semoga PUPR juga mempercepat distribusi air bersih ke desa-desa,” tutupnya.

Plt. Kadis PUPR, Ferdinand Hale Kin, ST yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, dalam satu dua hari kedepan, pihaknya akan segera membagikan air kepada masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini, pihaknya sedang memproses anggaran untuk menjalankan program tersebut. Pasalnya, kita harus siapkan armada kendaraan, ketersediaan BBM maupun operasional lainnya. “Satu dua hari ini atau paling lambat pekan depan, kita sudah bergerak. Semoga segera tuntas anggarannya,” pungkas Dedy Kin sapaan karibnya. (*)

Editor: Ferdy Talok